Plagiarisme meningkat dengan Internet
Teknologi Informasi merupakan berkah baru bagi Pendidikan. di Indonesia guru menghadapi permasalahan yaitu murid contek-contek dengan menggunakan pesan singkat dari HP. tapi dengan kebijakan melarang HP masuk di dalam kelas cukup meredam masalah ini.
seperti halnya yang dilaporkan BBC indonesia tag Surat dari London, masalah baru muncul yaitu Plagiarisme meningkat dengan menggunkan media internet. seperti halnya kasus yang dilaporkan yaitu 2 orang murid yang terlambat mengumpulkan tugas dan setelah megumpulkan tugas-tentang sastra romeo dan juliette- ternyata sama persis hasilnya.
sama halnya di Indonesia pragiarisme ini juga terjadi di Indonesia, malahan terjadi di Pendidikan Tinggi. beberapa tugas yang dikumpulkan pada saya, banyak yang sudah saya baca di Internet dan sama persis. tapi dengan polosnya mereka mengakui bahwa hasilnya memang copy paste dari situs dari Internet.
Keprihatinan ini muncul karena paradigma ‘raih nilai terbaik dengan cara apapun’. dan juga konsistensi pengajar dalam memberikan nilai, meskipun plagiarisme tapi tetap diberi nilai bagus -seolah menyiram dan memberi pupuk pada jamur-.
Mendapat nilai yang bagus tapi para pembelajar tidak mendapat pemahaman dan maknanya maka hal itu adalah kerugian besar. nilai seharusnya dikembalikan sebagai ‘cerminan’ bukan ‘reward’. pengajar hanya memberikan ‘cermin’ dari proses yang dilalui oleh siswa.
Plagiarisme ini akan terus meningkat apabila tidak diatasi, di negara yang mapan misalnya inggris hal ini sudah mulai dipikirkan dan diselesaikan. tapi menurut saya di Indonesia kebiasaan ini akan dibudidayakan, karena sifat pragmatis sudah melekat sebagai ‘collective unconsious’.
Kita berharap Skill dan kesadaran pada para pendidik segera bangkit, demi keselamatan bangsa Indonesia yang terpuruk ini.
maap belum selesai rapat dulu yah.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply